Pernikahan Bukan Lomba

Pernikahan Bukan Lomba – Di usia yang sudah cukup berumur dan masih belum menikah memang merupakan dilema tersediri untuk setiap insan. Walaupun kamu berfikir bahwa hal tersebut biasa-biasa saja, namun tidak untuk orang-orang yang berada disekitarmu. Berbekal alasan bahwa kamu sudah cukup berumur dan sudah waktunya menikah, maka kamu akan selalu dibanjiri kata-kata kapan menikah setiap harinya. Mereka tidak akan memperdulikan alasan kamu karena menikah adalah salah satu hal yang sudah dilakukan semua orang diseluruh dunia dan mereka ingin kami juga melakukanya.

Sementara kamu yang masih saja sendiri, diam-diam akan dianggap menjadi perawan tua, tidak laku atau tidak bahagia. Sehingga apa yang sudah kamu capai selama ini menjadi tidak berharga karena masih belum menikah dengan usia yang sudah cukup tersebut.

Namun perkataan tersebut jangan terlalu dipikir terlalu dalam, karena kamu tidak sendirian merasakan hal tersebut. Tapi, kamu sendiri pasti paham bahwa menjalani pernikahan tersebut tidak semudah dari apa yang mereka omongkan.

Pernikahan bukan sekadar hidup berdua dengan pasangan. Ada konsekuensi sosial di baliknya, karena kamu menikahi sebuah keluarga

Pernikahan Bukan Lomba

Arti dari sepakat menikat yaitu kamu dan dia sudah sepakat untuk menaiki perahu tersebut berdua. Sekarang kamu sudah tidak bisa lagi mengarahkan perahu tersebut sesuka hati karena ada orang lain yang memiliki kehendak berbeda dengan kamu. Kamu dan dia harus belajar membuat kesepakatan agar perahu tersebut tetapi tegak berdiri meskipun diterjang angin dan badai.

Masih belum cukup, bukan hanya  persoalan dua orang saja, karena jika kamu menikah itu artinya kamu juga harus siap menikah dengan keluarganya serta lingkunganya. Masalah dalam keluarga bisa menjadi problem yang setiap saat bisa datang. Bagaimana, apa kamu sudah siap menanggung konsekwensi tersebut? Hanya kamu sendiri yang tahu.

Disadari atau tidak, pernikahan memberikan sekaligus mengambil sesuatu. Sesal setelah pernikahan tak bisa diselesaikan sesederhana itu

Pernikahan Bukan Lomba

Memang benar apa kata orang bahwa menikah tersebut bisa memberimu satu kaki penunjang. Dimana yang dulunya kamu menjalani dan memikirkan masalah sendiri, kini ada orang yang membantumu untuk memikirkan masalah tersebut serta menanggung beban hidup. Dengan menikah tersebut, kamu juga akan memiliki tujuan yang jelas.

Namun, entah diakui atau tidak menikah tersebut juga mengambil banyak hal dari dirimu, salah satunya ialah kebebasanmu. Jadi setelah menikah kamu sudah tidak bisa lagi pergi kesana kemari sesuka hati. Selain itu, kamu juga tidak bisa lagi memutuskan apapun sendiri, harus ada kompromi terlebih dahulu yang harus kamu jalani. Mau tidak mau sifat egois yang ada dalam dirimu harus dihilangkan.

Usia produktif memang ada batasnya. Tapi kamu menikah untuk bahagia bukan? Tak cuma menciptakan manusia

Pernikahan Bukan Lomba

Usia produktif tidak jarang dijadikan alasan. Terutama untuk kaum perempuan, yg terbukti produktivitasnya terbatas. Semakin tua, terus susah untuk mendapat keturunan. Memang betul salah satu tujuan dari pernikahan merupakan untuk regenerasi keturunan. Membesarkan anak sendiri serta membentuk keluarga yg bahagia. Tapi keturunan bukan satu-satunya tujuan pernikahan bukan? Sedang untuk menjadi orang-orang tua yg baik untuk keturunanmu, mentalmu sendiri haruslah telah mapan.

Menikah bukan hanya soal mengisi kekosongan dalam hati. Kamu masih bisa tetap kesepian walau sudah beristri atau bersuami

Pernikahan Bukan Lomba

Slah satu dari sekian banyak alasan yang digunakan untuk menikah yaitu karena kesepian. Karena hati yang dimiliki telah kosong dan sepi sehingga menunggu seseorang untuk mengisinya. Paling tidak, dengan memiliki pasangan yang sah, kamu bisa melakukan apapun berdua setiap hari.

Namun sebenarnya, meski kamu sudah memiliki keluarga, kamu akan merasakan kesepian. Pasalnya, sepi tersebut bukan dikarenakan adanya teman atau tidak. Tapi bagaimana hatimu relate dengan dunia luar. Rasa kesepian tersebut muncul dari dalam hati dan pernikahan bukan jaminan bahwa rasa sepi tersebut akan hilang.

Setiap orang memiliki kondisi mental yang berbeda. Belum siap sekarang, bukan berarti kamu kalah dengan yang sudah siap. Pernikahan bukan lomba

Pernikahan Bukan Lomba

Mungkin kamu capek mendengarkan komitmen orang, “Ada orang yang lebih mudah dari kamu mengatakan, Kamu yang sudah tua masak gak berani?”. Komitmen seperti ini seolah-olah yang diperhatikan adalah soal usia. Sebenarnya yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan hati kita.

Perlu untuk Anda ingat bahwa setiap orang tersebut memiliki kehidupan masing-masing. Mereka yang selalu berkomentar ini itu tentang kamu, dia juga memiliki kehidupan yang harus dijalani. Kamu tak perlu mendengarkan apa perkataan mereka, karena hidupmu hanya kamu sendiri yang tahu.

Jangan Menikah Karena Orang Bilang Sudah Waktunya. Ingat, Pernikahan Bukan Lomba



Artikel Menarik Lainya

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!